Sejarah Desa

 Suatu daerah atau desa pasti memiliki Sejarah dan Latar belakang yang terpisah yang merupakan karakter dari karakter dan ciri khas dari suatu daerah atau desa. Sejarah Daerah atau Desa membalikkan dalam dongeng-dongeng yang diwariskan ke atas dari mulut kemulut sangat sulit untuk dibuktikan dengan Data dan Fakta. Tak jarang juga cerita yang menjawab dengan mitos dan tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini yang kami tuangkan dalam kisah di bawah ini.

  • Asal Usul Desa

Dari berbagai sumber yang telah ditelusuri dan digali, asal-usul Desa Gunungsari ini dari cerita Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raden Wijaya.

Alkisah pada masa pemerintahan Raden Wijaya yaitu raja Majapahit yang pertama, menerima pasukannya untuk membaca wilayah kerajaan yang ada disebelah utara sungai brantas. Persiapan dilakukan beberapa prajurit pemenang juga tak ketinggalan dalam perjalanan kunjungan wilayah yang ada disebelah utara sungai brantas, yang kala itu masih hutan belantara yang ditumbuhi berbagai macam pohon besar dengan hasil yang dilihat daerahnya. Ini bisa dibuktikan dengan melibatkan peninggalan benda-benda sejarah yang ditemukan dilahan pertanian warga, waluaupun tinggal puingnya saja dan kondisinya sudah rusak berat. Benda-benda tersebut terdiri dari pecahan genting, batu bata, lumping kenteng (tempat menumbuk padi yang dibuat dari batu) yang semuanya asli zaman dahulu kerajaan Mojapahit.

Petilasan Kerajaan Mojopahit ini tersebar mulai dari sebelah barat Dusun Manyarsari sampai selatan Dusun Tetes, ini membuktikan tentara Kerajaan Mojopahit benar-benar singgah didaerah ini. , Sumbersari dan Sumberdadi. Dari beberapa Dusun ini menurut cerita dan dongeng dari pemilik

1)        Dusun   Manyarsari

Dusun Manyarsari adalah dusun dengan tingkat populasi dengan tingakat populasi pertumbuhan paling tinggi dari Dusun yang lain, ini menyebabkan masyarakat atau penduduk membutuhkan tanah garapan atau lahan pertanian dan perkebunan yang membutuhkan lahan garapan mereka menuju ke selatan.

Waktu itu tanah garapan ditanami padi yang sangat luas dan suburban, hutan perhutani saat ini masih banyak ditumbuhi pohon jambe dan bambu. Diantara pepohonan itu banyak digunakan burung manyar untuk berkembang, yang langsung tanaman padi yang tumbuh subur diserang burung manyar ini, sehingga banyak tanaman padi yang rusak akibat burung manyar. Oleh karena itu, populasi yang tinggal menamakannya MANYARSARI.

2)        Dusun Gunungsari

Menurut ceritanya keadaan geografis Dusun Gunungsari merupakan daratan dan dilereng yang lebih besar yang merupakan kota besar karena endapan lumpur yang tertingal dikaki atau disebut tanah Aluvial adalah tanah yang dialirkan, maka ada orang yang tinggal ditempat ini maka dinamakan ini GUNUNGSARI.

3)        Tetes Dusun

Ceritanya ada tokoh adat yang sedang mengerjakan lahan pertanian disebelah barat dusun gunung sari untuk mencari air untuk minum, pada saat mencari air minum ini mereka mendapati pohon besar yang menurut masyarakat, pohon ini disebut kayu KRAPYAK. Dikayu KRAPYAK ini menentukan udara yang sangat jernih dan segar dan tidak pernah berhenti dalam tempo waktu yang sangat lama, maka penduduk menamakan dusun mereka dengan dusun TETES.

4)        Dusun Sumbersari

Dusun linear terletak disebelah barat Dusun TETES dan menurut cerita para orang tua berdasarkan cerita nenek moyang yang ditayangkan tinggal di SUMBERSARI masih ada yang ditentang dengan Desa GUNUNGSARI, pelebaran tanah pertanian, dan sumber udara yang ditemukan nama SUMBERSARI.

5)        Dusun Sumberdadi

Dari penuturan orang yang tahu tentang asal usulnya, Dusun Sumberdadi sebelumnya bernama JANGGLOT. Mengapa dinamakan demikian oleh orang tersebut disebelah Timur Sungai Dusun ada perkampungan itu adalah kampung Jangglot, bermula dari pohon Jengglot sangat besar yang buahnya kecil-kecil berwarna kemerah-merahan. Karena buahnya sangat banyak dan memikat salah satu penduduk mengambil satu buahnya untuk dimakan tetapi kompilasi buah itu dibelah ternyata banyak semutnya, sehingga kampung kecil ini dinamakan JANGGLOT.

Seiring berjalannya waktu populasi disebelah timur bertambah tinggi populasi membuat rumah disebelah barat dusun dusun ini semakin meningkat.semakin lama penduduk semakin banyak yang membuat rumah disebelah barat sungai kini berkembang dan berkembang pesat dinamakan KRAJAN (Ramai).

Diantara kampung jangglot yang terletak disebelah timur sungai dan kampung krajan yang terletak disebelah barat sungai tidak termasuk sumber mata air yang bersih untuk kebutuhan sehari-hari, perlu kampung mencari sumber mata air ke selatan kampung diselatan kampung mencari tempat goa dan diselah goa sumber mata air yang sangat jernih dan terus mengalir tanpa pernah habis saat ini.

Dari penemuan sumber mata air yang dikeluarkan tanpa habis tersebut, maka ketua Adat menamakan kampung tersebut menjadi   SUMBERDADI.

Photo

Pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 19

Pengunjung kemarin : 19

Pengunjung minggu ini : 237

Total Pengunjung : 9964

WhatsApp chat