Calon Kades ini Terpaksa Dipilih dari Penjara Setelah Divonis Bersalah Judi

f155afa1-4342-4b25-9b7c-eb2ed4421c0b_169

Mojokerto – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 36 desa di Kabupaten Mojokerto 21 September tinggal menghitung hari. Namun, ada yang unik di Pilkades Desa Temon, Kecamatan Trowulan. 

Satu dari dua calon kepala desa (Cakades) bakal dipilih dari balik penjara lantaran menjadi terpidana kasus perjudian. Ini ceritanya.

Sebenarnya Desa Temon belum waktunya menggelar Pilkades. Karena baru tahun 2014 lalu desa ini telah memilih seorang Kades. Saat itu, Rokhmad terpilih menjadi Kades Temon setelah mengalahkan pesaingnya, Sunardi.

Namun, calon yang kalah menggunggat surat keputusan (SK) Bupati Mojokerto No 188.45/622/HK/146-012/2014 tentang Pengesahan kades terpilih Desa Temon. Setelah melakukan dua kali gugatan, akhirnya PTTUN Surabaya memutuskan membatalkan SK tersebut dan agar digelar Pilkades ulang di Desa Temon.

“Pembatalan SK pengangkatan sudah kami lakukan, kemudian melaksanakan Pilkades ulang untuk Desa Temon akan bersama dengan Pilkades serentak 21 September nanti,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Mojokerto, Rachmat Suharyono kepada detikcom, Jumat (16/9/2016).

Oleh sebab itu, lanjut Rachmat, Cakades di Desa Temon tetap sama dengan Pilkades 2014 lalu. Yakni calon nomor urut 1, Sunardi dan calon nomor urut 3, Rokhmad.

Denyut pesta demokrasi menjelang pelaksaan Pilkades yang tinggal menghitung hari pun kian terasa di Desa Temon. Baliho bergambar kedua Cakades terpasang di sudut-sudut desa. Namun, pesta demokrasi di desa ini bakal tak sempurna.

Bagaimana tidak, Cakades nomor urut 3, Rokhmad saat ini meringkuk di Lapas Klas IIB Mojokerto. Dia divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Mojokerto setelah tertangkap berjudi domino di Desa Pakis, Kecamatan Trowulan pada Mei lalu. Vonis majelis hakim membuat Rokhmad tak bisa berkampanye maupun ikut memilih karena hukumannya baru berakhir November nanti.

“Namun, Rokhmad masih peserta Pilkades Desa Temon meski divonis bersalah. Karena kami melaksanakan perintah PTTUN tahun 2015 lalu. Apapun yang terjadi, calon tetap dua orang, Rokhmad dan Sunardi. Juga tak ada ketentuan agar calon hadir saat Pilkades,” terangnya.

Bagaimana jika Rokhmad kembali terpilih dalam Pilkades 2016?

“Ketika nanti seandainya Rokhmad terpilih, kami berlakukan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kades bisa diberhentikan karena salah satunya berstatus terpidana. Jadi, apabila yang bersangkutan terpilih, maka kami berhentikan. Kekosongan jabatan diisi oleh PJ, kemudian PJ menyiapkan Kades definitif. Selanjutnya kami gelar Pilkades PAW,” jelasnya.

Desa Temon menjadi satu dari 36 desa di Kabupaten Mojokerto yang akan melaksanakan Pilkades serentak 21 September nanti. Sedikitnya 107 Cakades akan bertarung dalam pesta demokrasi tersebut. Seharusnya Pilkades serentak digelar di 39 desa.

Namun, 3 desa lainnya terpaksa ditunda lantaran belum memenuhi syarat minimal jumlah Cakades. Antara lain Desa/Kecamatan Puri, serta Desa Kemasantani dan Dilem, Kecamatan Gondang. Pilkades di Desa Puri ditunda 10 Oktober, sedangkan Kemasantani dan Dilem 9 Oktober.

“Tahapan Pilkades serentak mulai hari ini memasuki masa tenang sampai 20 September. Masa kampanye sudah selesai 13-15 September,” ungkap Rachmat.

Selain Pilkades serentak, tahun ini Kabupaten Mojokerto juga menggelar Pilkades pergantian antar waktu (PAW) di 10 desa lantaran Kadesnya meninggal dunia dan menjadi terpidana. Diantaranya Desa Kuripansari, Desa Cempokolimo, Desa Pungging, Desa Sumbertanggul, Desa Pekukuhan, Desa Karangdiyeng, Desa Gemekan, Desa Jambuwok, Desa Terusan dan Desa Gunungsari.

“Untuk Pilkades PAW di 4 desa sudah selesai akan kami Lantik Senin depan. Tinggal 6 desa lainnya dalam proses,” pungkas Rachmat.
(fat/fat)

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Photo

Pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 15

Pengunjung kemarin : 18

Pengunjung minggu ini : 261

Total Pengunjung : 10187

WhatsApp chat